Showing posts with label Pergumulan. Show all posts
Showing posts with label Pergumulan. Show all posts

Monday, September 1, 2008

Meski Kesempatan Kecil Sekali

Hm....susah ya jadi optimis di saat keadaan memungkinkan kita utk sangat tidak optimis. Tapi kita harus tetap optimis & pothi (positive thinking). Hihihi...apalagi kita punya pengharapan dalam Yesus Kristus. Seandainya segala sesuatu yg kita alami kayaknya gak memungkinkan utk kita berharap, kita harusnya masih punya pengharapan bhw kita masih punya kesempatan. Tapi adakalanya kita banyak nethi (negative thinking), jadinya kita justru gak punya pengharapan & gak bisa melihat kesempatan yg dibuka utk kita. Oleh karena itu, kita harus mengisi pikiran kita dgn hal2 positif & benar. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yg benar, semua yg mulia, semua yg adil, semua yg suci, semua yg manis, semua yg sedap didengar, semua yg disebut kebajikan & patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4 : 8)
Aku sebenernya udah sering denger ayat itu, sering baca juga, tapi baru bener2 mengerti & belajar melakukannya akhir tahun lalu. This is one of my new year resolution. Hihihi...telat ya kayaknya. Tapi gak apa2, drpd gak dilakukan sama sekali kan? Kenapa aku baru ngeh? Ya biasalah....ada kejadian yg men-trigger aku utk berubah. Hehehe....Tapi bener kok, dgn kita mengisi pikiran kita dgn hal2 yg baik & always pothi...itu membuat hidup kita jauuuuuhhhhh lebih menyenangkan. Nethi sih emang masih sering dateng, tapi berusaha utk tidak terlalu memikirkan hal2 buruk & gak penting. Aku sering ngomong ke diriku sendiri, "Hidup itu emang sulit, jadi jangan ditambah susah dgn pikiran2 kita yg buruk." Hehehe...so aku belajar utk memikirkan hanya hal2 yg baik. Hm, gak selalu berhasil sih, kadang gagal juga...tetep nethi. Tapi....harus selalu berusaha setiap waktu karena emang utk mengubah pikiran itu sulit, tapi bukan berarti gak bisa. Tidak boleh menyerah. Ayo, terus berjuang!!! Gambatte!!! (hahaha, apaan sih gw...)
Inget aja satu hal : dalam Tuhan Yesus, selalu ada pengharapan bhkn utk hal2 yg tidak mungkin sekalipun...Sebab bagi Allah tidak ada yg mustahil (Lukas 1 : 37).
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Thursday, August 28, 2008

Hati....Sederhana, Tapi Berharga

Kita tidak pernah tahu apa yg ada di dalam hati manusia, tapi Tuhan tahu. Kita tidak pernah yau kedalaman hati manusia, tapi Allah tahu. Dalam firmanNya jelas tertulis, Tuhan kita adalah Tuhan yg senang berurusan dgn hati. Kenapa? Karena hati adalah sumber segala sesuatu yg kita kerjakan. Semua motivasi, keinginan, harapan....ada semua dalam hati kita. Sesuatu yg tidak nampak dari luar, tapi sangat mempengaruhi segala sesuatu yg tampak di luar. Beberapa bulan lalu dalam perjalananku baca Alkitab, aku sampai di 1 Samuel 16 ini dan saat itu ayat 7 seolah2 dicetak tebal. Aku berdoa & tanya ke Tuhan, apa maksudNya? Dan saat itu aku memang sedang bergumul dgn tempat baruku. Antara takut, cemas, kuatir....semua tumplek blek jadi satu. Satu hal ketika aku dapat ayat ini, Tuhan ingatkan aku bhw Dia melihat hati. Orang lain tidak tahu apa yg ada di hatiku, tapi Tuhan tahu. Malam itu Tuhan spt bilang gini ke aku, "Nak, Aku selalu melihat hati. Orang mungkin tidak melihat, tapi Aku melihat. Jadi jagai hatimu utk tetep benar di hadapanKu apapun yg terjadi." Berbekal semua itu, aku melangkah...aku jujur bilang ke Tuhan bhw aku takut, dan memang sebagian besar ketakutanku itu aku hadapi sekarang. Tapi semua aku kembalikan ke Tuhan. Kalo Tuhan yg membuka pintu ke tempat yg baru, aku percaya Dia juga yg akan menjagaku. Setiap hari aku minta kekuatan dariNya supaya aku bisa jaga hatiku tetap benar di hadapanNya. Walo kadang jadinya rada tertekan karena beberapa hal yg aku temui bertentangan dgn hatiku bahkan logikaku, tapi setiap kali berbenturan dgn hal itu aku kembalikan semuanya ke Tuhan. Kalo Dia yg membuka pintu & menyuruhku melangkah, selama aku tidak melanggar firmanNya dan tetap bisa mempertahankan kemurnian hatiku di hadapanNya...aku percaya perlindunganNya utkku sempurna.
Apapun yg kita lakukan, saat kita melakukannya atas dasar sikap hati yg benar di hadapan Tuhan, Dia akan melindungi & membela kita. Biarlah semua yg kita lakukan....semuanya dgn sikap hati yg benar di hadapan Tuhan...karena Tuhan melihat hati & Dia tidak bisa dibohongi. Hati...sangat sederhana, tapi sangat berharga. So...jagailah hatimu dgn benar & murni di hadapan Tuhan....Ingatlah bhw Tuhan selalu berurusan dgn hati kita.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Kenapa Ada Masalah Lagi Sih?

Dulu setiap kali aku mengalami kesulitan dlm perjalanan hidupku, aku sering mengeluh, "Ya ampun, masalah lagi? Aduh, kapan berhentinya ya? Kenapa sih gw gak dibiarkan nyaman? bla...bla...bla...." Aku selalu bertanya kok masalah sering banget nongol ya? Dan Tuhan selalu dgn sabar memberiku pengertian bhw semua kesulitan/masalah itu memang harus terjadi utk menempa aku. Sampai suatu hari, mungkin Tuhan juga sebel karena aku gak ngerti2....aku merasakan nada bentakan dlm teguranNya : "Cuma orang mati yg gak punya masalah. Selama manusia hidup di dunia ini, masalah tidak akan pernah pergi dari hidupnya." Aku kaget sekali dibentak begitu, aku mikir lha kok gitu tho? Tapi stlh dipikir2 lagi, sangat logis kok. Hehehe, aku seneng punya Tuhan yg sangat kreatif dlm mengajariku. Kadang dididik dgn cara halus, kadang juga harus dibentak & dimarahi biar aku ngerti. Kadang Tuhan bisa menjelaskan sesuatu dgn sangat logis, tapi kadang juga sama sekali gak masuk di otakku ato bhkn gak ngasih penjelasan apa2. Yup, aku mengerti dgn segala kedaulatanNya, Dia berhak melakukan semua itu. Toh sapa aku sebenernya di hadapan Tuhan. Kalo bukan karena kasih karuniaNya thok, aku bisa kenal Dia.
Back to pembicaraan ttg masalah tadi. Stlh dibentak gitu, aku tanya lagi, "Kenapa harus ada masalah, Tuhan? Apa gunanya masalah buat manusia?" Kali ini aku mendapatkan jawabannya lewat buku Purpose Driven Life yg aku baca...hidup itu suatu perlombaan....Masalah itu adalah latihan & ujian utk mengalami lompatan yg lebih besar dlm perjalanan hidup kita. Kalo aku merenungkan lagi semua yg terjadi dlm hidupku, setiap masalah & berkat yg aku terima, aku mulai mengerti kenapa Tuhan ijinkan masalah terjadi dlm hidupku. Ada masalah yg terjadi karena memang aku yg menyebabkan itu terjadi, contohnya : karakterku yg keras & suka marah2 yg mempengaruhi hubunganku dgn orang lain, & ada masalah yg terjadi dgn sendirinya (bukan karena aku yg menyebabkan itu terjadi, terjadi di luar jangkauanku), misalnya : aku nyetir gak ngebut di jalur yg benar, tapi ditabrak orang dari belakang. Kalo masalah karena emang sikap & pembawaan kita yg buruk, kuncinya cuma satu : kita harus mau berubah & diubahkan oleh Tuhan. Tapi kalo masalah yg emang terjadi dgn sendirinya, ya...itu yg namanya latihan & ujian thd iman percaya kita. Seberapa besar kita mengandalkan Tuhan utk mengatasi masalah tsb & seberapa kita percaya bhw lewat setiap masalah, Tuhan punya rencana yg lebih besar dr yg pernah kita pikirkan.
Kalo kita sedang menghadapi masalah akhir2 ini, ingatlah...itu latihan spy ke depannya kita lebih kuat....itu merupakan ujian spy kita bisa naik ke tingkat iman yg lebih tinggi. Apapun masalah yg kita hadapi saat ini, tetap arahkan pandangan kita hanya pada Tuhan Yesus. Saat kita tidak kuat, jangan pernah menyerah. Minta Tuhan utk perbaharui kekuatan kita. Dengan duduk diam di kakiNya & merenungkan firmanNya, kita akan dapat kekuatan baru.
Ingatlah bhw hidup ini adalah perlombaan....jangan menyerah sebelum mencapai garis akhir yg Tuhan tetapkan bagi kita. Tetaplah berjuang smp akhir. Dalam setiap masalah yg terjadi, ingatlah....tidak selamanya kita akan berada dlm masalah itu terus-menerus...jangan pernah merasa sendiri karena ada Kristus yg selalu beserta dgn kita. Jadi larilah terus...tetaplah berjuang...jalani perlombaan hidup kita smp finish.
Mengutip reff lagu Tetap Setia ciptaan Sari Simorangkir :
Tlah kulihat kebaikanMu
Yang tak pernah habis di hidupku
Kuberjuang sampai akhirnya
Kau dapati aku tetap setia
Berjuanglah terus dlm hidup kita smp akhirnya Tuhan mendapati kita tetap setia. Keep on fighting....never give up...'coz God with us. Immanuel...!!!!!
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Menerima Kritik

Aku bukan orang yg gampang terima kritik dari orang lain. Sejak kecil emang sering banget ngeyel, itu kata mami. Tapi ada beberapa kejadian dalam hidupku yg membuatku belajar utk mau mendengarkan kritik yg datang padaku & kalo memang itu kritik yg baik, ya kenapa gak aku lakukan? Dan percaya gak kalo hasilnya jauh lebih baik? Gak semua kritik aku terima mentah2 lho, tapi aku selalu belajar memilah2, merenungkan & ambil yg emang baik buatku. Tuhan bener2 ngajari aku utk merendahkan hatiku. Dgn mau terima kritik (yg tentu saja membangun & baik) & belajar utk berubah karena kritik itu, itu membuatku belajar utk melihat hal2 yg selama ini jadi kekuranganku & belajar mengubah apa2 yg jelek dari aku. Hehehe, kayaknya emang jelek banget ya sifat Vega ini? Aku sadar sebagai manusia, i'm not perfect at all...& aku ngerti banyak hal dari aku yg harus diubah. Kritik dari orang lain adalah salah satu triggernya. Gak gampang sih awalnya utk mau mendengar kritik ato masukan ato nasihat orang lain buat aku karena aku orangnya sangat gengsi & sombong utk mengakui kekuranganku. Tapi aku bersyukur punya Tuhan yg dgn berbagai cara & kejadian yg aku alami, Dia bisa membuatku mulai mengerti apa2 yg jelek dari aku & mengajariku utk berubah. Seandainya Tuhan gak terus-menerus mengajariku lewat banyak kejadian yg mungkin gak enak dalam hidupku, aku tetep akan jadi orang yg gak bakal mau terima nasihat orang lain. Dan itu salah satu proses yg gak gampang, apalagi kalo aku lihat orang yg kasih nasihat ke aku tuh orang yg "levelnya" di bawah aku (entah dari level jabatan, umur, status sosial, pendidikan, kerohanian, dll). Tapi stlh aku belajar praktekkan itu, sebenernya aku ngerasa gak ada ruginya juga terima kritik ato nasihat itu. Malah kalo bisa menyaring mana yg membangun ato menjatuhkan kita, kita bisa lho jadi better person.
Aku bisa bilang gitu karena aku ngalami. Kalo aku gak ngalami itu, ya aku gak bisa bilang itu. Aku gak akan cerita apa yg gak aku liat sendiri ato aku denger sendiri ato aku baca sendiri ato aku rasakan sendiri ato aku alami sendiri. Karena buatku, pengalaman itulah yg memperkaya hidupku & itu yg aku bagikan. Belajar utk terima kritik, nasihat ato masukan itu gak ada ruginya kok, asal kita tau menyaring mana yg emang membangun kita sesuai dgn kebenaran firman Tuhan & mana yg menjatuhkan kita karena beda dgn kebenaran firman Tuhan.
Adakah di antara kita yg barusan ato akhir2 ini terima kritik, masukan ato nasihat dari orang lain? Jangan anggap itu sbg ancaman buat kita, tapi anggaplah itu utk kebaikan kita. Belajar rendah hati dgn mau terbuka utk setiap saran, masukan ato nasihat dari orang lain & mau berubah karena nasihat itu, itu membuktikan kita punya hati yg selalu mau diajar dan dibentuk jadi lebih baik. Tuhan liat sikap hati kita.
Have a blessed weekend.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

The Best Is Yet To Come

Semalam aku pergi melayat ke rumah seorang temen. Papanya dipanggil Tuhan pulang kemaren sore. Aku taunya juga udah malam dan akhirnya berdoa dgn seorang sahabat, kami pergi ke rumahnya. Setelah kesasar disana-sini, berbekal pengalamanan minimku ttg daerah Bekasi, kami pun sampe di rumahnya jam 11 malam. Satu hal ketika aku denger berita itu, aku jadi ingat papiku. Aku pernah ngalami itu, bagaimana rasanya kehilangan seorang ayah, bagaimana rasanya harus terlihat kuat supaya mami tidak semakin sedih. Dan jujur saat itu adalah saat2 pergumulan terberat buat aku. Aku ingat aku memutuskan cepat kembali ke Jakarta demi utk presentasi kelompok di kampus. Padahal alasan sebenernya supaya gak ingat semua kenangan bersama papi di rumah. Istilahnya aku mau kabur sementara. Rumah yg tadinya sangat menyenangkan, tiba2 berubah jadi sunyi & menyimpan kesedihan.
Beberapa bulan setelah itu, aku masih sering menangis ingat papi. Tapi dalam suatu hari Minggu beberapa bulan stlh itu, saat aku harus kerja kelompok di kampus suatu siang, seorang sahabat menelpon. Dia bertanya ttg kabarku. Aku curhat smbl nangis2. Aku gak pernah nangis spt itu di depan cowok meski itu cuma di telpon & cowok itu sahabatku sendiri. Aku ingat kata2nya sblm menutup telpon, "Vega, harapan itu masih tetap ada. Sekalipun sptnya semuanya gelap buat kamu jalani, sekalipun sptnya beban itu terlalu berat utk ditanggung, sekalipun sptnya sia2 utk berharap, kamu musti percaya satu hal....saat kamu menaruh harapanmu di tangan Allah yg hidup, di situ ada jalan keluar & kamu akan menemukan masa depan yg lebih indah dr apa yg pernah kamu bayangkan. All you have to do is to trust Him that the best is yet to come." Entah kebetulan ato gak, beberapa tahun setelah itu grup musik rohani Giving My Best (GMB) ngeluarin album live recording yg judulnya The Best Is Yet To Come dan aku nonton konser itu sambil teringat kata2 sahabatku itu....the best is yet to come. Hehehe...you're right, bro.
Kadang kita gak ngerti kenapa kita harus ngalami ini-itu. Saat semua keadaan sptnya gak bersahabat dgn kita, saat keadaan membuat kita down & kecewa, saat kita terpuruk ato terjatuh tanpa ada seorangpun yg peduli, ingatlah satu hal...jangan pernah kehilangan harapan pada Tuhan kita yg hidup. Aku pernah mengalami itu semua....saat aku difitnah oleh saudaraku sendiri, saat aku ditinggalkan cowok yg sangat aku sayangi, saat orang2 yg aku sayangi dipanggil Tuhan pulang, saat aku gagal dlm beberapa hal & gak dapat promosi di tempat kerja, saat sahabat2ku mulai acuh padaku...aku selalu mendapati bhw Tuhan tidak pernah meninggalkan aku. Aku tidak merasa kesepian & hilang semangat karena aku punya tempat berharap, tempat berbagi cerita yg gak pernah sibuk utk ngedengerin setiap keluhan, tangisan ato ratapanku. Aku selalu bilang, tanpa Tuhan aku gak bisa bertahan sampai sejauh ini. Dan itu bukan cuma kata2 thok, aku ngalami semuanya itu saat jauh dari rumah & sendiri di Jakarta. Hehehe, hidup di Jakarta memberiku banyak pengalaman hidup yg gak pernah aku duga sebelumnya & puji Tuhan itu makin membuatku kenal Tuhan yg ajaib. Aku tetep percaya saat aku tidak menaruh harapan dalam manusia, tapi pada Allah yg hidup, Tuhanku dgn segala kedaulatan & kebesaranNya akan sanggup utk menolong aku & memberiku kekuatan dalam keadaan apapun juga meskipun sptnya tidak ada jalan keluar utk problem2 kehidupan yg sedang aku hadapi. Trust Him that the best is yet to come....
Have a very blessed monday.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Cara Pandang

Cara pandang sangat mempengaruhi sikap & tindakan kita dalam meresponi suatu keadaan, kejadian ato masalah. Cara pandang kita sangat dipengaruhi oleh paradigma & pola pikir kita. Apapun yg disimpan dlm otak kita ato ada di hati kita, itu yg akan mempengaruhi respon kita thd suatu kejadian yg kita alami. Jadi sangat penting mengisi otak kita & batin kita dgn hal2 yg positif & benar sesuai dgn firman Tuhan.
Aku dulu sangat gampang bimbang & takut thd masa depanku. Ada banyak kegagalan dlm berbagai aspek hidupku yg membuatku trauma & takut utk melangkah. Dan itu sangat membuatku menutup diri thd perubahan. Tapi Tuhan dgn caraNya yg ajaib mengajariku perlahan2 hingga aku mengerti bhw tidak ada salahnya mencoba lagi, bhw kegagalan bukan akhir dari segalanya. When i was in high school, i knew that Christianity is not about religion.....it's about how you live and act like Christ. Jadi pengikut Kristus ya harus berperilaku spt Kristus. Gimana caranya bisa berperilaku spt Kristus? Dgn mengisi pikiran & hati kita dgn pola pikir & hati spt Kristus. Gimana caranya? Ya, mengisi hati & pikiran kita dgn kebenaran firman Tuhan. Tapi herannya, aku baru mulai berlatih memasukkan firman Tuhan tiap hari dalam hidupku dgn membaca Alkitab, dengerin kotbah, baca renungan harian & buku2 rohani lainnya pas aku kuliah. Ya, butuh waktu beberapa tahun utk membuat diriku ngerti & sadar utk melakukannya tanpa paksaan dari siapapun. Orang2 bilang, "Wah, sok religius, mulai belajar mendekatkan diri ke Tuhan". Hahaha, padahal kebalik kan? Ada juga Tuhan yg mendekatkan diri ke kita, tapi kita yg terlalu sibuk & menolak Dia. Ya, itu aku dulu. Sibuk dgn pembenaran diri, sibuk dgn paradigma yg ada di pikiranku, smp aku gak sadar bhw aku makin jadi orang yg negatif dlm memandang masa depanku.
Tapi saat aku mengisi hati & pikiranku dgn firman Tuhan, itu sebenernya awal mulainya aku belajar mengubah pola pikirku selama ini. Belajar memandang diriku sbgmn Tuhan memandang aku. Dan yg paling susah, belajar utk mempercayai janji2Nya di tengah keadaan yg sangat mustahil utk percaya janji2Nya bakal digenapi. Dan bener....sampai sekarang aku masih dalam tahap proses belajar mengubah cara pandang & pola pikirku thd hal2 yg terjadi dlm hidupku. Aku tau aku harus terus belajar & berjuang utk bisa mengubah cara pandang & pola pikirku utk diselaraskan dgn pola pikir & cara pandang Allah. Karena hampir 29 tahun aku hidup, aku tau ada banyak cara pandang & pola pikir yg salah yg sudah tertanam dlm batin & pikiranku yg harus dikikis pelan2.
Kita harus belajar utk melihat keadaan, masalah ato kejadian apapun yg terjadi dlm hidup kita spt apa yg Tuhan mau. Jadi repson kita thd semua itu juga bener. Kalo cara pandang kita salah, ya pastinya respon kita juga salah. Apapun itu, kita perlu melatih diri & terus belajar utk mengubah cara pandang kita thd apapun yg terjadi dlm hidup kita sesuai dgn apa yg Tuhan mau & itu bisa terjadi kalo kita juga rajin melatih pikiran & batin kita utk terus-menerus diselaraskan dgn kebenaran firman Tuhan.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Saat Kebimbangan Datang

Sejak beberapa waktu lalu, aku merancang my future life. Apa yg mau aku capai, apa yg pengen aku miliki, apa yg pengen aku lakukan, dst....Pokoknya impian2ku ttg masa depan....Maaf, gak bisa diceritakan detilnya. Cukup aku & TUHAN yg tau. Mulailah aku merancang masa depanku. Aku mulai menyusun latar belakang kenapa aku menginginkan hal itu, aku mulai merancang target yg ingin aku capai, aku mulai mencari data2 pendukung, aku mulai menyusun budget yg kira2 aku butuhkan, trus kira2 langkah2 apa yg harus aku ambil utk tercapainya semua itu, kapan aku harus mulai, dst. Sampe2 aku masukkan point QCDSM. Hahaha...persis banget kalo aku bikin proposal utk suatu proyek di kantor. Semua lengkap sudah...Nah, sekarang tinggal ngajuin ke Big Boss nih....Persis banget kayak karyawan mau ngadep bos utk minta ACC/approval suatu project. Itu juga yg aku lakukan ke Tuhan. Aku ngerti sih, tanpa aku ajukan ke Tuhan, tanpa aku ngomong aja, Dia pasti juga udah tau. Kan Tuhan pasti tau aku ngapain aja...Dia liat smp kedalaman hatiku. Tapi aku udah biasa ngomongin ke Tuhan. Jadi semalam aku hadapkan ke Tuhan. Jujur ya....sebelum aku bilang ke Tuhan about my future planning, aku ngerasa ada yg salah dgn proposal itu. Tapi aku tetep maju....
Entah kenapa sebelum doa, aku jadi ingat lagunya Sari Simorangkir "Kaulah Segalanya". Kata2 pembukaannya bagus banget : Kau Bapa yg mengasihiku..... So aku mulai nyanyikan lagu itu. Entah kenapa, semalam itu ada beberapa bagian dari lirik lagu itu yg kayak dicetak tebal buat aku. Aku tulis lengkapnya ya.

Kau Bapa yg mengasihiku, kuasaMu memulihkanku
Hati yg baru Kau berikan untukku dpt melihat
RencanaMu indah bagiku, Kau ada di setiap jalanku
Hatiku haus dan lapar akan Engkau

Kaulah segalanya di dalam hidupku
KerajaanMu, kebenaranMu, itu bagianku
Kaulah yg kupandang di dalam hidupku
MengasihiMu, memuliakanMu, Bapa & Rajaku

Ketika aku mulai menyanyikan itu, ada sesuatu yg sangat "mengena" hatiku. Aku bahkan belum ngomong segala rencana dlm proposalku itu. Aku muali berdoa, tapi gak ada kata2 yg terucap. Seakan ada yg menghalangi aku bicara....so aku doa dlm hati. Aku utarakan beberapa hal terkait dgn rencanaku utk masa depanku. Menurutku Tuhan fine2 aja. Tapi waktu aku buka Bible, aku ditunjukkan 1 ayat yg merupakan jawaban dari keraguanku ttg proposal masa depanku yg udah aku susun. Mazmur 55 : 23 "Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak utk selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah." Aku nangis ketika baca ayat itu. Ya...aku kuatir akan masa depanku. Itu alasan utama kenapa aku menyusun proposal itu. Dan ternyata Tuhan tau itu.
Aku kirim ayat itu ke beberapa orang & gak berapa lama, mami membalas : "Dek, aku gak tau apa yg sedang kamu hadapi, tapi aku merasa kamu sedang kuatir & kayaknya hampir putus asa. Jgn pernah putus asa, tapi berserulah kpd Tuhan. Mazmur 57:3 katakan Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yg menyelesaikannya bagiku."
Hei, darimana mami tau aku sedang bimbang? Aku kan emang sering kirim ayat2 utk saling menguatkan. Setelah itu aku doa lagi, kali ini aku akui di hadapan Tuhan kalo aku emang sedang kuatir, bingung, bimbang dgn masa depanku. Ada banyak fakta yg aku ungkapkan ke Tuhan, segala macam omongan orang ttg aku & hidupku, dsb. Jujur secara manusia, aku mungkin dah gak kuat. Kalo aku bisa bertahan smp sekarang, itu semua karena anugerah & kekuatanNya thok. Kali itu Tuhan jawab, "Nak, jangan kuatir tentang masa depanmu. Orang boleh berkata apapun ttg kamu & masa depanmu, tapi jgn sampai kamu meragukan kasih & rencanaKu dalam hidupmu."
Sebenernya mungkin tidak ada yg salah dgn proposal yg aku susun itu, yg salah adalah motivasi hatiku ketika menyusun proposal itu....karena didasari oleh kebimbangan & kekuatiran akan masa depanku. Ya, aku ngerti...Tuhan selalu berurusan dgn hati. Semua awalnya dari hati....Mungkin emang gak mudah utk melepaskan semua kekuatiranku itu, tapi aku belajar utk berseru & menyerahkannya pada Allah Yang Mahatinggi, kepada Tuhan Yesus yg akan menyelesaikannya bagiku....Aku belajar utk tetap percaya kepada Tuhan Yesus...belajar utk tetap memandang kepada Bapa....Sekalipun mungkin kenyataan yg aku hadapi sangat bertentangan dgn apa yg aku impikan, Dia tetap segalanya di dalam hidupku.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Kebenaran Yang Membebaskan

Hm, renungan yg rada mirip dgn apa yg aku mengerti beberapa waktu lalu. Hahaha, lemot ya. Aku dulu gak ngerti, kenapa aku selalu jatuh di dosa yg sama. Berkali2 coba keluar, eh...ujung2nya nyemplung lagi. Gagal lagi deh. Dan aku sangat desperate gitu, "Masa gw lebih bodo daripada keledai sih, jatuh di lubang yg sama berkali2? Keledai aja gak mau." Dan dalam suatu kebaktian Minggu di gereja, ayat ini dikotbahkan. Yes, aku disentil dgn ayat ini. Aku ngerti sekarang. Kenapa aku jatuh di lubang yg sama? Karena aku gak ngerti kebenaran. Kebeneran mana sih yg dimaksud? Kebenaran firman Tuhan. Ya, aku ngerti kalo hal itu dosa, aku berusaha keluar dgn segenap kekuatanku sendiri, tapi akhirnya jatuh lagi. Kenapa sih? Karena aku mengandalkan diriku sendiri & tidak mengisi diriku dgn kebenaran firman Tuhan. Wah, begitu aku disentil kotbah itu, malamnya aku langsung buka tuh bible & mengisi diriku, baik pikiran & hatiku dgn kebenaran firman Tuhan. Yes, itu bener lho. Walo gak otomatis aku jadi suci, kudus, & gak berdosa, no...i'm not a saint or angel, tetep manusia biasa. Tapi firman Tuhan itu bener menjaga, meng-guide & mengingatkanku. Kalo aku mulai bolong2 baca firman, alias kadang baca kadang enggak, pasti gampang terlihat perubahannya di tingkah lakuku sepanjang hari itu & dalam keputusan2 yg aku ambil di hari itu, juga responku thd masalah yg terjadi hari itu.
Paling gampang tuh kemaren. Aku paginya cuma doa thok & gak baca firman. Dan begitu tau kabar dari sahabatku, aku langsung sedih gitu. Sepanjang hari aku gak semangat gitu, kayak gak ada semangat. Malamnya aku introspeksi diri, "Kok bisa ya aku kecewa banget sm Tuhan? Kok bisa ya aku sedih banget? Kok bisa emosiku gak terkontrol?" Trus Roh Kudus ingetin aku,ooohh.....paginya aku gak ngisi pikiran & hatiku dgn firman Tuhan. Hehehe, ketauan deh bolong.
Dgn mengerti kebenaran firman Tuhan, emang gak otomatis kita langsung hidup gak bercacat cela, tapi firman itu mengingatkan, menegur & menjaga langkah hidup kita utk tidak jatuh ke hal2 yg gak berkenan & dosa2 yg sama. Jangan pernah coba dgn mengandalkan kekuatan sendiri, karena tanpa Tuhan & kebenaran firmanNya, sangat mustahil kita bisa keluar dari dosa. Yg ada malah kita bakal putus asa karena selalu melakukan kesalahan & dosa yg sama. Tapi kalo kita bersandar pada kekuatan Tuhan & kebenaran firmanNya, firmanNya akan sanggup utk menolong & menopang kita.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
vega (^_^)

Ketika Harus Meninggalkan My Hometown

Iman....Kata yg cuma terdiri dari 4 huruf. Kayaknya simpel, tapi sulit utk dilakukan. Seberapa sering kita katakan kita beriman pada Tuhan Yesus? Seberapa sering kita mengakui iman percaya kita? Does it trully come out from your heart? Or is it just in your mouth? Banyak orang bilang, "Pokoknya aku beriman ya udah, titik. Beres." Hei, it's not just easy. Ayat yg sering banget langsung kita ingat kalo mendefinisikan iman adalah Ibrani 11 : 1 "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Tapi pengertian itu gak berhenti smp di situ thok. Iman itu harus dilakukan "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yakobus 2:26). Iman kalo cuma mengaku doank juga non-sense. Iman harus juga dilakukan. Gimana sih caranya melakukan iman? Hm....ada banyak kejadian dalam hidup kita yg sebenernya merupakan ujian thd iman kita. Salah satunya kalo kita harus meninggalkan zona kenyamanan kita, entah itu dalam cinta, keluarga, karir, kesehatan, keuangan, dsb. Aku pernah ada di zona ketidaknyamanan itu semua. Saat Tuhan mulai berkata, "Ayo, nak, keluar dari zona nyamanmu. You have to trust me." & keadaan mulai berubah, kebanyakan jadi lebih gak enak, saat itulah aku harus meninggalkan kemapananku.
Saat aku lulus kuliah hampir 7 tahun lalu & sempet nganggur hampir 6 bulan, lalu aku mulai kerja di Jakarta, buatku itu adalah keluar dari zona kemapananku. Bayangkan, aku harus tinggal sendiri di Jakarta, kos lagi. Uh, never imagine that! Gak pernah terbayang bakal jauh dari keluarga & teman2ku....oh, pasti gak enak. Gak kenal siapa2 disana. Belum lagi semua orang berkata yg buruk ttg kehidupan di Jakarta. Wah, aku makin takut. Aku kan sejak kecil lahir & dibesarkan di Semarang, gak pernah tinggal di kota lain utk jangka waktu yg lama. Aduh, cemas...gimana ya? Malam sebelum aku berangkat ke Jakarta keesokan harinya, aku nangis di hadapan Tuhan & mengutarakan semua ketakutan & keraguanku utk berangkat ke Jakarta. Dan Roh Kudus bicara lewat ayat ini "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkay; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." (Yesaya 41:10)
Berbekal ayat itu, aku melangkah meninggalkan Semarang, kota kemapananku, pergi ke Jakarta yg bahkan belum tau mau ngekos dimana. And after 6,5 years... here i am....masih Jakarta, kerja (bhkn sempet kuliah lagi...puji Tuhan), punya banyak teman2 yg luar biasa & aku gak perlu ngekos lagi. Puji Tuhan! Yup, hidup sendiri di Jakarta memberiku banyak sekali pengalaman & juga banyak ujian thd iman percayaku pada Tuhan Yesus....Ada banyak ujian yg membuatku down, tapi Tuhanku dgn caraNya yg ajaib bisa menopang & mengangkatku lagi. He's so amazing. How great is our God....
Kalo saat ini, aku bisa tetep berdiri tegak menapaki hari2ku di Jakarta, itu semua bukan karena Vega yg sanggup, tapi karena Tuhan Yesus yang memampukan Vega. Semua berawal dari...keluar dari zona kenyamanan & meninggalkan kemapanan, mengikuti tuntunan Tuhan utk hidup kita. Saat Dia membawa kita keluar meninggalkan kemapanan kita, ingatlah Dia juga sediakan perlindungan dan kekuatan yg akan memampukan kita utk sampai di tujuan yg Dia mau utk kita capai.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Thursday, July 31, 2008

Cerita Kalung Salibku

Jadi pengikut Kristus tuh gak gampang. Jujur ya, pernah ada beberapa kali proses dlm hidupku yg membuatku mikir, kok susah ya jadi anak Tuhan? Standardnya tinggi banget. Kayaknya setiap apapun yg aku lakukan tuh diperhatikan. Kalo ada salah ato gagal dikit aja, "lho, ngakunya pengikut Kristus, tapi kok tingkah lakunya gak beda sm dunia?" Huh, emang gampang apa jadi kayak Kristus? Aku dulu pernah protes berat sm Tuhan, kok jadinya malah gak enak, kyk jadi beban tersendiri dgn embel2 pengikut Kristus. Tapi Roh Kudus ajarkan, ya memang begitu....karena standardnya Tuhan Yesus tuh tinggi. Dunia memandang Yesus itu paling kudus, suci, baik, penuh kasih dan segala yg baik2 lainnya, walo mereka tidak percaya kepadaNya. Artinya kalo mau jadi pengikut Kristus jg harus ngikutin. Lha wong yg namanya murid tuh harusnya mencontoh gurunya. Kalo gurunya baik, ya muridnya harus baik. Kalo gurunya penuh kasih, ya muridnya harus penuh kasih. Hm, susah sih....kalo dijalani dgn kekuatan sendiri. Tapi kalo dijalani dgn minta anugerah Tuhan, pasti dimampukan.
Aku ada cerita, yg gak terlalu pas sebenernya dgn renungan hari ini, tapi aku pengen cerita. Hehehe.... Aku ingat wkt Paskah lalu aku pulang ke rumah. Mami memberiku kalung salib peninggalan tanteku. Awalnya aku tolak, aku hanya mau pake tuh kalung di rumah. Kenapa? Aku takut di luar rumah nanti, sikapku tidak bisa mencerminkan Tuhan Yesus dlm hidupku...Aku banyak lihat orang pake kalung salib tapi beli dvd porno, orang pake kalung salib tapi merokok, orang pake kalung salib tapi suka memaki2 dgn kata2 kotor. Lalu ngapain mereka pake kalung salib? Dunia akan mencibir, "Ih pake kalung salib, tapi sikap & kelakukan gak beda sm kita." Jadi buat apa? Malah menjelek2kan Tuhan aja. Pagi hari sebelum aku balik ke Jakarta, aku berdiri di depan cermin utk melepas kalung itu. Ketika aku liat kalung itu, aku diingatkan kalo aku pengikut Kristus & aku harus memancarkan karakter Kristus dlm hidupku. Sejak hari itu smp sekarang, aku pake kalung itu; bukan sbg aksesoris utk mengatakan "hei, gw pengikut Kristus loh", bukan juga sbg jimat penolak bala karena aku tau kalung itu gak berkuasa apa2; tapi sbg reminder tiap kali aku aku melihat cermin bhw aku hrs memancarkan karakter Kristus dlm hidupku. Kenapa kalung itu bisa jadi reminder? Karena aku suka sekali bercermin, hehehe...jd sehari bisa berkali2 aku bercermin & setiap kali bercermin, aku liat kalung itu & aku diingatkan bhw aku pengikut Kristus. Aku pernah dlm keadaan bete banget di kantor, aku berdiri di depan cermin toilet pengen banget marah lalu aku liat kalung itu. Aku langsung mikir, kalo Tuhan menghadapi situasi yg aku hadapi sekarang, what would Jesus do? Apa Tuhan akan marah2 spt aku biasanya marah2 kalo jengkel, ato apa? Nah, itulah fungsinya kalung salib itu sbg reminderku sekarang.
Mempunyai karakter seperti Kristus emang gak gampang, tapi bisa kok. Banyak orang berdalih, "Lho Yesus kan Tuhan, kalo kita mah manusia biasa jadi ya wajarlah kalo berdosa". Selama kita masih keras hati & membenarkan diri kita sendiri, kita gak akan pernah dewasa dlm pengenalan akan Tuhan & kita tidak akan pernah bisa memancarkan karakter Kristus dlm hidup kita. Manusia tidak ada yg sempurna, tapi Tuhan dgn anugerahNya yg ajaib bisa memampukan kita utk menjadi serupa dgn Kristus. Kalo kita masih sering gagal, it's ok...itu kan proses. Utk mengikis sikap, karakter & pola pikir kita utk diselarasakan dgn Kristus, itu pasti butuh waktu. Asal kita tidak menyerah sblm berjuang karena kita tidak pernah berjuang sendiri. Ada Tuhan yg bersama kita.
Have a blessed day.
GBU

with love and pray,
Vega (^_^)

Sok Tahu

Ada pepatah "Malu bertanya, sesat di jalan". Ini sebenernya berlaku dlm hubungan kita dgn Tuhan. Kenapa? Karena Tuhan yg tau segalanya. Dia tahu masa lalu kita, keadaan kita sekarang & apa yg akan terjadi di masa depan kita.
Let me tell you about my story. Aku dibesarkan utk jadi anak yg sangat diharapkan oleh orang tuaku, aku seperti diwajibkan utk masuk ranking di kelasku, jadi orang yg sukses di kelak kemudian hari. Aku sangat mengerti, walo lahir sebagai anak bungsu, tanggung jawab keluargaku suatu saat pasti nanti akan dibebankan padaku. So sejak kecil aku selalu diarahkan utk jadi anak yg "berhasil".
Dan aku bener2 serius melakukannya dgn belajar & ikut les sana sini. Aku bener2 menginvestasikan waktuku hanya utk mengejar apa yg dituntut orang tuaku dlm hidupku. Perlahan namun pasti, Vega kecil yg dulu minder jadi anak yg sangat pede. Dari yg dulu biasa2 aja jadi pinter. Dan secara materi, kondisi keluargaku mulai meningkat. Namun tanpa disadari, itu membuatku menjadi sombong. Merasa aku lebih baik, lebih pinter, lebih kaya, ato lebih apapun juga. Aku bener2 bangga dgn nilai2 yg aku raih sejak SD sampai kuliah. Sampai suatu hari aku dpt nilai E utk pelajaran Matematika Teknik Kimia 2. Oh no....itu pukulan telak buat seorang Vega. Aku gak habis pikir, kenapa?????? Ada banyak teman yg lebih gak pinter dari aku kok masih dapat C ato D. Masa aku dpt E? Seumur2 aku belum pernah dpt nilai kurang dari C.
Saat itu aku begitu antusias kuliah, jadi asisten, ikut banyak kegiatan & les sana sini....sampai aku melupakan waktu pribadiku dgn Tuhan & aku lebih mengandalkan otakku drpd hikmat Tuhan. Pulang dari liat pengumuman nilai itu, aku komplain ke Tuhan. Tapi entah gimana, siang itu aku jelas mengerti Tuhan tegur aku dgn Yeremia 17 : 5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Huih, itu bagai petir di siang bolong. Serem banget sih...Aku mulai memeriksa hatiku. Tadinya juga masih keras hati. Tapi beberapa minggu kemudian aku baru mengerti ternyata karena kesombonganku yg membuatku jatuh. Merasa aku gak butuh Tuhan, merasa dgn akal pikiran & kepandaianku sendiri, aku pasti bisa. Dan memang...aku harus bayar harga utk nilai itu. Aku harus tunggu 1 semester lagi utk bisa mengulang. Kali ini aku belajar dari kesalahanku, aku belajar mengandalkan Tuhan. Yup, aku masih tekun belajar, tapi kali ini aku juga setia punya waktu pribadi dgn Tuhan & setiap kali bertanya pada Tuhan apa yg harus aku lakukan supaya aku gak jadi makin sombong dgn segala berkat yg aku peroleh. Dan Tuhan pulihkan nilaiku. Saat aku ambil mata kuliah itu utk yg kedua kalinya, dari nilai E jadi AB. Hehehe...
Buatku itu pelajaran berharga. Dlm urusan mengejar cita2 & apa yg aku impikan utk masa depanku....aku kini belajar utk mengandalkan Tuhan. Yup, aku punya planning, tp aku selalu bawa setiap apa yg aku rencanakan itu ke hadapan Tuhan. Karena aku tidak tau apa yg akan terjadi dlm hidupku, tapi Tuhan tau. Aku belajar bhw sok tau itu bisa jadi sangat berbahaya. Dan aku tidak mau mengulangi kesalahan yg sama. Untung itu cuma nilai E di mata kuliah, semoga tidak terjadi "nilai E" dlm hidupku yg sebenernya.
Sombong dan sok tau itu sangat bahaya. Kenapa? Karena kadang kita tidak menyadarinya. Kita merasa kita sudah rendah hati, tapi pdhl jauh di dlm hati kita merasa kita bisa melakukan semuanya tanpa Tuhan & itu adalah awal dari kesombongan & kejatuhan kita. Mari sama2 cek hati kita, apakah kita masih bersandar pada Tuhan ato justru bersandar pada pengertian kita sendiri?
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Pelita Kaki

Dalam hidup ini, kadang kita tidak mengerti ke arah mana kaki kita hrs melangkah. Ada kebimbangan & ketakutan kalo kita salah mengambil langkah. Aku pernah mengalami begitu gamang, takut & bingung mengambil keputusan. Tidak tahu siapa yg harus aku percayai. Tidak tahu apakah aku tidak akan dipermainkan. Tidak tahu apakah benar ini jalan hidup yg harus aku jalani. Di saat aku bingung itu, aku baca Mazmur 121 : 8 "TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya." Tuhan tidak berkata Dia akan menjaga hanya pd saat kita masuk dlm suatu keadaan, tp juga smp saatnya kita harus keluar.
Aku ingat ketika di saat2 awal aku harus masuk keadaan itu, aku sungguh2 berdoa tanya Tuhan karena jujur aku sangat takut sekali. Dan saat itu Tuhan kasih ayat di Yosua 1 : 9 "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." Dan firmanNya itu yg menguatkanku, meneguhkanku bhw memang jalan inilah yg Tuhan mau utk aku jalani.
Kalo kita belajar firman Tuhan tiap hari, entah mengerti ato tidak mengerti tapi kita tetap lakukan itu dgn setia; nanti suatu waktu saat kita membutuhkan pertolongan, firman itu akan muncul jadi rhema dlm hidup kita. Kalo kita gak pernah kenal firman Tuhan, mungkin cuma seminggu sekali wkt kita di gereja yg kadang2 cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan...ya firman itu tdk akan kita kenal. Tapi kalo kita bergaul dgn firman Tuhan setiap hari, suka ato tidak suka, percayalah....suatu hari firman itu akan muncul jadi suatu kebenaran yg memerdekakan kita, menghibur kita, menguatkan kita bahkan meneguhkan kita. Karena saat kita menabur firman itu dlm hati kita, firman itu tidak pernah kembali dgn sia2.
Kalo sekarang ada yg males baca firman Tuhan, ayo....mulai latih diri kita utk baca & kenal firman Tuhan. Ada pepatah : tak kenal maka tak sayang. Kalo kita gak kenal firman Tuhan yg adalah surat cintaNya Tuhan ke kita, bagaimana mungkin kita bisa mengaku kita mengasihi Tuhan?
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Kepentok

Hm, ini gw banget....dulu sebelum aku kepentok satu masalah yg mau gak mau memotivasiku utk berubah. Aku tau semua orang akan bilang : "Mana mungkin orang yg temperamental kyk Vega bisa berubah?" Tapi justru itu resolusi yg aku buat akhir tahun lalu. Aku memang seorang yg gampang banget naik emosinya, gampang terpanik2-ria, gampang bingung, gampang marah2....pokoknya gampang reaktif. Itu aku...tapi suatu kejadian di tahun lalu mengubah pola pikir & hatiku. Aku berkata pada diriku sendiri : "Aku tidak mau spt ini terus. Aku mungkin tidak bisa mengubah habit & sifat yg sudah sekian puluh tahun aku hidupi dlm sekejap mata, tapi aku percaya aku pasti bisa berubah karena pertolongan Tuhan & usaha kerasku."
Aku ingat malam tahun baru itu aku berdoa di hadapan Tuhan, mencurahkan segala isi hatiku ke Tuhan. Ada suatu proses tidak enak yg harus aku alami di tahun 2007, tapi di tahun 2008 ini aku tidak mau mengulangi kesalahan yg sama. Dan itu yg membuatku belajar utk berubah. Dalam setiap kejadian dlm hidup kita, walo gak enak sekalipun, itu pasti ada maksud & tujuan yg Tuhan tetapkan utk kita. Tidak gampang memang utk seorang yg moody spt-ku berubah, tapi dalam 7 bulan ini Tuhan bener2 memproses aku. Justru aku lebih sering dihadapkan ato bergesekkan dgn banyak kejadian yg sebenernya memicuku utk reaktif. Tapi seiring berjalannya waktu & pimpinan Roh Kudus, aku mulai mengerti kapan saatnya aku harus mengerem reaksiku. Memang tidak selalu berhasil, kadang juga masih kelepasan reaktifnya, tapi aku tetep berusaha. Dan aku perkatakan itu setiap hari. Aku ingin berubah....dan aku percaya selama ada kemauan & minta pertolongan Tuhan utk memampukanku berubah, aku pasti bisa. Karena aku mengerti, Tuhan pasti juga mau aku berubah utk jadi seorang yg lebih baik.
Gak gampang memang, apalagi si jahat selalu mengingatkanku bhw aku tidak akan pernah bisa berubah & itu yg akhirnya selalu membuatku menyerah bhw aku tidak akan pernah bisa berubah. Tapi ketika aku baca sebuah buku yg ditulis Pak Yusak Tjipto (aku lupa judulnya. hehehe...) ttg kehidupannya bagaimana dia pada masa mudanya begitu temperamental & keras dgn segala sifat jelek lainnya, namun bisa diubahkan Tuhan. Aku ingat beliau tulis di bukunya : "Manusia tidak akan pernah bisa mengubah karakternya sendiri, tapi TUHAN SANGGUP asal manusia itu mau utk diubah & meminta Tuhan utk mengubahnya." Ya, make sense sih, kalo manusianya gak mau berubah, ya gimana Tuhan bisa bekerja? Kan manusia sudah diberi kehendak bebas utk memilih, jadi sebenernya semua itu tergantung manusianya sendiri. Buku itu yg akhirnya menguatkanku, memotivasiku utk mencoba & mencoba lagi sampai sekarang. Bukan proses yg gampang & menyenangkan, tp aku percaya itu pasti akan mengerjakan suatu kebaikan utkku di masa mendatang.
Saat dihadapkan pada kejadian ato proses hidup yg memicuku utk reaktif, hampir selalu Roh Kudus ingatkan aku satu ayat di I Petrus 4 : 7b "Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dpt berdoa." Setiap kali ada kejadian yg membuatku mulai panik ato marah2, ayat itu mucul kyk meredamku. Saat kita bisa menguasai diri kita & jadi tenang, saat itulah sebenernya kita bisa berdoa & minta pertolongan Tuhan utk menghadapi masalah itu bhkn melihat pertolongan Tuhan datang. Dalam menghadapi kejadian apapun juga dlm hidup kita, belajarlah utk menguasai diri kita & menjadi tenang karena ....dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." (satu kutipan dari Yesaya 30 : 15).
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Pola Asuh

Hm, jadi ingat kisah keluargaku yg aku tulis beberapa waktu lalu. Yup, bener banget. Apa yg ditabur orang tua pada anaknya itu sangat mempengaruhi bagaimana kelak karakter anaknya. Aku dididik lumayan keras....walo di satu sisi sbg anak bungsu aku memang manja. Tapi ada banyak hal yg memang orangtuaku, terutama papi, mendidikku sangat keras. Aku ingat waktu SMU aku komplain ke papi, kenapa aku dan masku sangat dibedakan? Dan papiku gak jawab pertanyaanku itu. Aku heran kenapa aku harus berjuang keras baru bisa dapatkan reward, tapi masku gak perlu begitu. Dan memang sejak kecil kami dibedakan....itu yg pernah membuatku kepahitan sama orang tuaku. Tapi waktu aku kuliah, gak ngerti tiba2 papi panggil aku trus beliau bilang, "Dek, ingat gak pertanyaanmu 2 taon lalu? Kenapa kami membedakan cara memperlakukan kamu & masmu? Salah satu tujuan utamanya supaya kamu jadi orang yg tough. Hidup yg akan kamu jalani di masa depan pasti jauh lebih sulit drpd yg kami jalani. Aku & mamimu sadar masmu punya kekurangan, tapi kamu...bener2 sangat sehat & normal. Kalo suatu hari nanti papi & mami udah gak ada, masmu cuma punya kamu. Memang mungkin gak adil buat kamu karena harusnya kamu yg dilindungi, tapi kami mengerti kamu punya kelebihan yg gak dimiliki masmu. Oleh karena itu kami menuntutmu lebih. Seandainya masmu juga kayak kamu, kami mungkin tidak akan sekeras itu thd kamu karena kamu gak perlu menanggung dia & juga sebaliknya. Tapi karena yg satu punya kekurangan, jadi yg lain harus menutupinya biar balance. Itulah cinta. Itulah arti keluarga." Aku bilang mereka mendidikku dgn keras bukan dalam arti kekerasan fisik. Seumur2 aku tidak pernah melihat mami & papi memperlakukan kami anak2nya dgn kekerasan fisik. Keras disini dlm arti disiplin, tekun belajar, ada target yg harus dicapai, dsb. Sejak kecil sudah tertanam dlm pikiranku bhw aku punya kelebihan dibandingkan masku yg notabene cowok sehingga lama2 itu membentukku jadi pribadi yg angkuh dan sering tidak bisa menghargai cowok. Mamiku pernah bilang, aku jadi kebablasan sbg cewek....terlalu keras, ambisius & sombong.
Aku ingat saat wisuda pembinaan Wanita Bijak awal tahun ini, mami minta maaf karena telah mendidikku terlalu keras hingga aku terbentuk jadi pribadi yg keras & angkuh. Aku bersyukur.....Tuhan masih mau tegur aku & aku gak dibiarkan terus2an jadi pribadi yg keras walopun cara negurnya Tuhan lewat pergumulan yg gak enak. Tapi aku tetap bersyukur....semua itu karena Tuhan baik. Iya, aku memang masih belum total langsung berubah....tapi mulai sedikit demi sedikit belajar bagaimana seharusnya seorang cewek bersikap. Hehehe....
Pola asuh yg diterapkan orangtua pada anak2nya memang akan membentuk karakter anak2 saat dewasa. Tapi bukan sesuatu yg mustahil utk Tuhan mengubah karakter yg sudah terbentuk itu. Kita mungkin tidak bisa mengubah karakter kita sendiri, tapi Tuhan sanggup. So...aku yakin kalo ada orang menyalahkan pola asuh orangtuanya thd pembentukan karakternya, orang tsb belum dewasa. Aku dulu juga begitu, menyalahkan orangtua bhkn masku karena aku jadi pribadi yg keras. Tapi....sebenernya semakin kita dewasa kita makin tau mana yg benar & salah. Nah, kalo kita tetap memelihara watak/karakter kita yg salah padahal kita punya pilihan utk berubah, ya...itu sih emang orangnya yg gak mau berubah. Makanya aku juga gak percaya kalo ada orang bilang, "Yah, dia mah udah dari sononya begitu, gak bisa berubah." Itu semua tergantung pilihan kita & bagaimana kita menyikapi semua yg sudah terjadi di masa lalu kita.
Apapun pola asuh yg kita terima dari orangtua ato lingkungan masa kecil kita, seharusnya tidak menjadi alasan buat kita utk tidak bisa berubah karena semua pilihan utk berubah itu ada di tangan kita sendiri. Yup, bayangan masa lalu mungkin masih akan sering datang & menarik kita kembali, tapi kalo kita punya kemauan & minta Tuhan menolong, tidak pernah ada yg mustahil utk diubahkan....Itu sebabnya aku percaya setiap orang masih punya kesempatan utk berubah...separah apapun keadaan yg pernah terjadi di masa lalunya ato separah apapun kesalahan yg pernah dia lakukan di masa lalu.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Bersama Keluargaku

Jadi inget reff lagunya Robert-Lea Sutanto dulu "Bersama Keluargaku" :
As for me and my house we will serve You, Lord
Together, forever we will love You more
Your love is higher than the heavens
Knitted us as one
Great is Your unfailling love
I used to sing this song at my friend's wedding. Someday i hope i can sing this song at my wedding. Hihihi...boleh donk berharap.
Aku selalu berharap someday aku dpt pasangan yg sama2 mencintai & melayani Tuhan. Karena semua perkara besar yg nantinya terjadi atas lingkungan kita & bangsa ini, merupakan dampak dari semua hal yg berasal dari lingkup yg paling kecil, yaitu keluarga.
Aku ingat almarhum tanteku yg setia berdoa utk saudara2nya berbalik ke Tuhan. Dan walo smp akhir hidupnya baru 1 saudaranya yg akhirnya percaya pada Kristus, dia tidak pernah kecewa sm Tuhan. Walo butuh waktu belasan tahun utk 1 orang bertobat, dia tetap setia melakukannya. Aku percaya doa yg sudah ditaburnya tidak pernah kembali sia2....
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
vega (^_^)

Bicara Hati

Kita tidak pernah tahu apa yg ada di dalam hati manusia, tapi Tuhan tahu. Kita tidak pernah yau kedalaman hati manusia, tapi Allah tahu. Dalam firmanNya jelas tertulis, Tuhan kita adalah Tuhan yg senang berurusan dgn hati. Kenapa? Karena hati adalah sumber segala sesuatu yg kita kerjakan. Semua motivasi, keinginan, harapan....ada semua dalam hati kita. Sesuatu yg tidak nampak dari luar, tapi sangat mempengaruhi segala sesuatu yg tampak di luar. Beberapa bulan lalu dalam perjalananku baca Alkitab, aku sampai di 1 Samuel 16 ini "Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati" dan saat itu ayat 7 seolah2 dicetak tebal. Aku berdoa & tanya ke Tuhan, apa maksudNya? Dan saat itu aku memang sedang bergumul dgn tempat baruku. Antara takut, cemas, kuatir....semua tumplek blek jadi satu. Satu hal ketika aku dapat ayat ini, Tuhan ingatkan aku bhw Dia melihat hati. Orang lain tidak tahu apa yg ada di hatiku, tapi Tuhan tahu. Malam itu Tuhan spt bilang gini ke aku, "Nak, Aku selalu melihat hati. Orang mungkin tidak melihat, tapi Aku melihat. Jadi jagai hatimu utk tetep benar di hadapanKu apapun yg terjadi." Berbekal semua itu, aku melangkah...aku jujur bilang ke Tuhan bhw aku takut, dan memang sebagian besar ketakutanku itu aku hadapi sekarang. Tapi semua aku kembalikan ke Tuhan. Kalo Tuhan yg membuka pintu ke tempat yg baru, aku percaya Dia juga yg akan menjagaku. Setiap hari aku minta kekuatan dariNya supaya aku bisa jaga hatiku tetap benar di hadapanNya. Walo kadang jadinya rada tertekan karena beberapa hal yg aku temui bertentangan dgn hatiku bahkan logikaku, tapi setiap kali berbenturan dgn hal itu aku kembalikan semuanya ke Tuhan. Kalo Dia yg membuka pintu & menyuruhku melangkah, selama aku tidak melanggar firmanNya dan tetap bisa mempertahankan kemurnian hatiku di hadapanNya...aku percaya perlindunganNya utkku sempurna.
Apapun yg kita lakukan, saat kita melakukannya atas dasar sikap hati yg benar di hadapan Tuhan, Dia akan melindungi & membela kita. Biarlah semua yg kita lakukan....semuanya dgn sikap hati yg benar di hadapan Tuhan...karena Tuhan melihat hati & Dia tidak bisa dibohongi. Hati...sangat sederhana, tapi sangat berharga. So...jagailah hatimu dgn benar & murni di hadapan Tuhan....Ingatlah bhw Tuhan selalu berurusan dgn hati kita.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Latihan untuk Perlombaan

Dulu setiap kali aku mengalami kesulitan dlm perjalanan hidupku, aku sering mengeluh, "Ya ampun, masalah lagi? Aduh, kapan berhentinya ya? Kenapa sih gw gak dibiarkan nyaman? bla...bla...bla...." Aku selalu bertanya kok masalah sering banget nongol ya? Dan Tuhan selalu dgn sabar memberiku pengertian bhw semua kesulitan/masalah itu memang harus terjadi utk menempa aku. Sampai suatu hari, mungkin Tuhan juga sebel karena aku gak ngerti2....aku merasakan nada bentakan dlm teguranNya : "Cuma orang mati yg gak punya masalah. Selama manusia hidup di dunia ini, masalah tidak akan pernah pergi dari hidupnya." Aku kaget sekali dibentak begitu, aku mikir lha kok gitu tho? Tapi stlh dipikir2 lagi, sangat logis kok. Hehehe, aku seneng punya Tuhan yg sangat kreatif dlm mengajariku. Kadang dididik dgn cara halus, kadang juga harus dibentak & dimarahi biar aku ngerti. Kadang Tuhan bisa menjelaskan sesuatu dgn sangat logis, tapi kadang juga sama sekali gak masuk di otakku ato bhkn gak ngasih penjelasan apa2. Yup, aku mengerti dgn segala kedaulatanNya, Dia berhak melakukan semua itu. Toh sapa aku sebenernya di hadapan Tuhan. Kalo bukan karena kasih karuniaNya thok, aku bisa kenal Dia.
Back to pembicaraan ttg masalah tadi. Stlh dibentak gitu, aku tanya lagi, "Kenapa harus ada masalah, Tuhan? Apa gunanya masalah buat manusia?" Kali ini aku mendapatkan jawabannya lewat buku Purpose Driven Life yg aku baca...hidup itu suatu perlombaan....Masalah itu adalah latihan & ujian utk mengalami lompatan yg lebih besar dlm perjalanan hidup kita. Kalo aku merenungkan lagi semua yg terjadi dlm hidupku, setiap masalah & berkat yg aku terima, aku mulai mengerti kenapa Tuhan ijinkan masalah terjadi dlm hidupku. Ada masalah yg terjadi karena memang aku yg menyebabkan itu terjadi, contohnya : karakterku yg keras & suka marah2 yg mempengaruhi hubunganku dgn orang lain, & ada masalah yg terjadi dgn sendirinya (bukan karena aku yg menyebabkan itu terjadi, terjadi di luar jangkauanku), misalnya : aku nyetir gak ngebut di jalur yg benar, tapi ditabrak orang dari belakang. Kalo masalah karena emang sikap & pembawaan kita yg buruk, kuncinya cuma satu : kita harus mau berubah & diubahkan oleh Tuhan. Tapi kalo masalah yg emang terjadi dgn sendirinya, ya...itu yg namanya latihan & ujian thd iman percaya kita. Seberapa besar kita mengandalkan Tuhan utk mengatasi masalah tsb & seberapa kita percaya bhw lewat setiap masalah, Tuhan punya rencana yg lebih besar dr yg pernah kita pikirkan.
Kalo kita sedang menghadapi masalah akhir2 ini, ingatlah...itu latihan spy ke depannya kita lebih kuat....itu merupakan ujian spy kita bisa naik ke tingkat iman yg lebih tinggi. Apapun masalah yg kita hadapi saat ini, tetap arahkan pandangan kita hanya pada Tuhan Yesus. Saat kita tidak kuat, jangan pernah menyerah. Minta Tuhan utk perbaharui kekuatan kita. Dengan duduk diam di kakiNya & merenungkan firmanNya, kita akan dapat kekuatan baru.
Ingatlah bhw hidup ini adalah perlombaan....jangan menyerah sebelum mencapai garis akhir yg Tuhan tetapkan bagi kita. Tetaplah berjuang smp akhir. Dalam setiap masalah yg terjadi, ingatlah....tidak selamanya kita akan berada dlm masalah itu terus-menerus...jangan pernah merasa sendiri karena ada Kristus yg selalu beserta dgn kita. Jadi larilah terus...tetaplah berjuang...jalani perlombaan hidup kita smp finish.
Mengutip reff lagu Tetap Setia ciptaan Sari Simorangkir :
Tlah kulihat kebaikanMu
Yang tak pernah habis di hidupku
Kuberjuang sampai akhirnya
Kau dapati aku tetap setia
Berjuanglah terus dlm hidup kita smp akhirnya Tuhan mendapati kita tetap setia. Keep on fighting....never give up...'coz God with us. Immanuel...!!!!!
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Friday, July 18, 2008

Prakarsa Tuhan dalam Keluargaku

Aku blom punya pengalaman punya seorang anak, tapi mami punya. Let me tell you about my family.
Orangtuaku punya 2 anak, kakak laki2ku & aku. Aku lahir sehat, sedangkan kakakku lahir dgn kelainan jantung bawaan. Sejak kecil dia sakit2an & sering banget bolak-balik masuk rumah sakit. Sementara aku selalu sehat2 aja. Walaupun kami dididik & dibesarkan dlm keluarga yg sama, orangtuaku memperlakukan kami secara berbeda (penyakit masku sbg alasannya) sehingga aku tumbuh menjadi anak yg kuat, keras, tahan banting & suka tantangan. Tapi masku tumbuh jadi anak yg lemah, minderan, gampang nyerah, suka kenyamanan & spt tidak punya tujuan hidup.
Kemaren pagi aku bertengkar dgn mami soal masku yg smp sekarang gak ngapa2in alias nganggur. Sifatnya yg gak mau belajar & gampang menyerah bener2 jadi penghalang terbesar. Jujur sebagai adik, aku malu punya kakak spt itu. Aku yakin dia sebenernya bisa, hanya saja dia tidak punya kemauan. Aku berkali2 coba memotivasinya spy dia mau usaha sesuatu, apapun yg baik asal dia gak nganggur. Aku selalu ingatkan dia itu laki2 satu2nya di rumah, harus mengambil tanggung jawab sbg seorang laki2. Aku bukannya gak mau ambil tanggung jwb itu, tapi laki2 harus belajar jadi kepala keluarga. Dan aku belajar utk menempatkan masku di posisi itu meski aku ngerti dia blom bisa. Setiap aku berdoa utk keluargaku, aku selalu berharap mujizat itu datang & Tuhan mengubahkan masku. Selama bertahun2 ini, sptnya memang doaku blom dijawab & sudah berkali2 aku menyerah...sudahlah, Tuhan, i can't stand it....Dalam pertengkaranku dgn mami kemaren, aku mengucapkan kata2 yg aku tau pasti menyakiti mami. Sebelum aku pergi ke kantor, mami cuma bilang, "Dek, buat mami masmu itu anugerah. Tidak semua keluarga diberi Tuhan kesempatan utk punya anak spt itu. Walo sptnya dia itu beban buat keluarga kita, aku percaya Tuhan punya rencana. Setiap manusia dilahirkan ke dunia, pasti ada tujuan yg Tuhan mau lakukan dlm hidupnya. Apapun kesalahan yg papi & mami lakukan di masa lalu yg sudah membentuk pribadi masmu jadi spt sekarang, kami sudah minta ampun sm Tuhan & mami minta maaf sama kamu. Apapun yg terjadi dgnnya, dia tetap anakku. Aku akan tetap menyayanginya & tidak akan membiarkannya sendiri."
Semalam aku minta maaf sama mami.....aku berjanji tidak akan membiarkan mami menanggung beban ini sendirian. Yah, biar bagaimanapun....he's my brother. Tidak disangka2 semalam masku masuk ke kamar & bilang : "Maaf, selama ini aku gak pernah jadi kakak yg bisa kamu banggakan. Aku mau belajar usaha kecil2an di rumah. Spt yg kamu pernah bilang, setidaknya aku gak nganggur." Mungkin ini sudah kesekian kalinya dia berjanji spt itu & blom pernah ada realisasinya....tp entah kenapa aku selalu percaya padanya walo gak tau smp kapan dia bener2 berubah. Aku ingat mamiku pernah bilang, "Kalo Tuhan tidak pernah menyerah dlm mendidik kita, masa kita menyerah dlm mendidik masmu? Apapun yg terjadi dlm keluarga kita, pasti ada rencana Tuhan yg luar biasa di balik semua itu. Kalo Tuhan titipkan masmu di keluarga kita, pasti Dia juga yg mampukan kita."
Itu cerita pergumulan keluargaku smp sekarang...sesuatu yg hanya orang2 terdekatku yg tau. Keluargaku bukanlah keluarga yg "normal" spt kebanyakan keluarga lain. Masku merupakan beban terberat dlm hidup papiku. Aku tau itu karena papi pernah curhat. Beliau pernah bilang, "Dek, kalo aku gak ada, pasti semua beban itu akan jatuh ke tanganmu. Can you handle that?" Aku gak jawab apa2 saat itu....tapi sebelum papi meninggal aku pernah berjanji bhw aku akan menjaga mami & masku. Hehehe, bukan sesuatu yg mudah sebenernya...tp cuma merekalah keluargaku. Dlm keadaan susah-senang, sakit-sehat, kaya-miskin, enak-tidak enak, & apapun pergumulan yg dihadapi keluargaku, aku tidak pernah menyesal dilahirkan di keluarga Sunarjo. Aku percaya dalam segala perkara Tuhan punya rencana.....
Apapun keadaan keluarga kita, percayalah ada maksud Tuhan yg baik dgn menempatkan kita di keluarga itu. Asal kita tetap percaya & berusaha melakukan yg terbaik utk keluarga kita, Tuhan pasti akan memberi kita kekuatan utk menghadapi semuanya. Apapun yg terjadi...love your family.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Friday, June 27, 2008

Tentang Kekuatiran

Aku seneng ayat 27 dari Matius 6 ini :
Siapakah di
antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan
hidupnya?
Istilahnya kalo aku simpulkan secara sederhana aja ya, Tuhan bilang : ngapain kamu kuatir smp berlebihan lha wong kekuatiranmu itu gak nambahin sejengkalpun kok jalan hidupmu, artinya kekuatiran itu gak nambahin sesuatu yg baik dalam hidup kita. Hm, aku ngerti kuatir itu manusiawi kok. Mana ada sih orang yg gak pernah kuatir? Kuatir yg masih dlm batas wajar ya gak apa2, bagus malah karena kita juga bisa mempersiapkan diri utk mengatasinya. Misalnya kita kuatir terlambat ke kantor, ya kita akan bangun lebih pagi & memperkirakan waktu perjalanan plus kemacetannya shg kita gak telat smp kantor. Tapi kalo kuatirnya dah kelewatan...nah itu bahaya. Kyk lagunya Spice Girls dulu, too much of something is bad enough....Apalagi kalo too much of worries...Ibaratnya gini deh, kalo hidup kita kebanyakan diisi oleh hal2 yg negatif, entah itu kekuatiran, kemarahan, kepahitan, dendam, ato apapun yg buruk, jadinya pasti secara hati kita gak damai, secara pikiran kita tertekan, & secara fisik juga bisa sakit. So...lepasin aja semua yg buruk dari hidup kita, termasuk kekuatiran yg berlebihan. Trus bagaimana spy kita bisa melepaskan kekuatiran itu? Jawabannya ada di ayat 33 dari Matius 6 ini :
Tetapi
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan
ditambahkan kepadamu.
Saat kita mendahulukan Tuhan & bertekun mencariNya, tidak ada yg perlu kita kuatirkan karena semua itu (apa yg kita kuatirkan) justru Tuhan berikan sbg tambahan alias bonus.
Apakah ada yg sedang mengkuatirkan sesuatu secara berlebihan saat ini? Entah kuatir akan keluargamu, karirmu, pekerjaanmu, jodohmu, keuanganmu, masa depanmu, kesehatanmu, de el el.....
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu. ( 1 Petrus 5 : 7)
Have a blessed day...
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)

Wednesday, June 11, 2008

Belajar Dari Rasul Petrus

Alkitab tidak mencatat bagaimana para rasul mengakhiri hidupnya. Tapi sepanjang yang aku tahu dari ke-12 rasul yg meninggal tenang hanyalah Yohanes, murid yg paling dikasihi Tuhan Yesus semasa hidupNya, walau sempat digoreng dlm minyak mendidih di Roma & dibuang ke Pulau Patmos (correct me if i'm wrong). Ketika baca renungan ini, aku ingat pernah baca di suatu majalah bagaimana akhir hidup Rasul Petrus. Kalo tidak salah ingat...Petrus tidak tahan terhadap siksaan tentara Romawi & melarikan diri dari penjara, tapi di tengah jalan Petrus bertemu dgn seseorang asing yg kemudian disapanya, "Domine, quo vadis?" (Kalo gak salah juga nih...maaf, tidak mengerti bahasa latin, tapi aku ingat kata "quo vadis"-nya. Hehehe...) artinya "Tuan mau kemana?" & orang itu menjawab kira2 begini, "Aku mau kembali ke Roma utk disalibkan ke-2 kalinya." Kata2 orang asing tsb yg menyadarkan Petrus & akhirnya memilih utk kembali ke Roma. Banyak orang yg berasumsi bhw orang asing itu Tuhan Yesus sendiri. Hm, i don't know... Tapi akhir hidup Petrus memang tidak menyenangkan, disalib terbalik karena dia merasa tidak layak kalo disalib spt Tuhan Yesus disalib.
Waktu aku baca tentang rasul ini & akhir hidupnya, aku ngerti bhw sesuai dgn yg tertulis di Alkitab, Petrus sudah tau bhw akhir hidupnya gak happy-end. Tapi dia memilih utk tetap berada di jalan yg sudah ditetapkan Tuhan padanya. Kadang aku membayangkan, kalo saja ketika bertemu dgn orang asing itu dlm pelariannya dari Roma, dia memilih utk tidak kembali ke Roma, mungkin gak akan mengalami meninggal spt itu. Tapi dia memilih kembali. Tidak tahu apa yg ada di benak Petrus saat itu, tapi keputusannya utk kembali ke Roma itu butuh keberanian & iman yg besar. That's why aku sangat tertarik dgn kehidupan rasul yg satu ini....dari cuma seorang nelayan sampai menjadi rasul besar, pernah menyangkal Tuhan Yesus tapi kemudian bertobat, & mengakhiri hidupnya dgn cara yg tidak menyenangkan demi mempertahankan imannya pada Kristus. Amazing....!!!!
Menghadapi kehidupan & masa depan yg tidak pasti di tengah dunia yg makin bergejolak, adakah kita masih bisa tetap tenang & menjalaninya dgn percaya penuh pada Tuhan? Bisakah kita spt Petrus yg tetap bersemangat menjalani panggilannya sbg rasul Kristus walo dia tahu bhw hidupnya tidak akan happy ending? Ato apakah kita memilih utk ikut2an kuatir & tenggelam bersama dunia & segala pengaruhnya? Hidup ini tentang pilihan.....kita tidak tahu apa yg akan terjadi di masa mendatang & tidak ada jaminan keadaan dunia akan semakin baik, tapi satu hal yg kita tahu pasti...kita bisa menjalani semuanya bersama dgn Tuhan karena Dia yg akan memampukan kita utk menghadapi semua yg terjadi dalam hidup kita.
Reff lagu Arti KehadiranMu berbunyi:
PenyertaanMu sempurna, rancanganMu penuh damai
Aman dan sejahtera walau di tengah badai
Ingin ku selalu bersama rasakan keindahan
Arti kehadiranMu Tuhan
Karena penyertaan & kehadiran Tuhan dalam hidup kita, maka kita pasti dimampukan utk menghadapi badai apapun & keadaan dunia yg semakin tidak pasti. Tetap pegang imanmu pada Kristus, jangan goyah & jangan menyerah....tetap bertahan sampai akhir.
Have a blessed day.
Gbu

with love and pray,
Vega (^_^)